|
|
|
|
|
|

Friday, 19 June 2009

His firsthand experience with hospitals has nothing to do with singer and property businessman Ikang Fawzi’s plan to build one.

“”People want to get better medical treatment with a smile. My hospital will be full of smiles, and there will be no hostile or unpleasant services,”" Ikang said of his Smiling Hospital, located in the Cikarang areaof West Java.

The singer is recovering from typhus, which he contracted after waiting for the recovery of his actress wife Marissa Haque from surgery. “”Maybe because of lack of rest and sleep,”" he said.

His hospital is now 65 percent completed and Ikang is getting himself ready to hire employees, including nurses.

“”They will be tested and we will provide them with a course. But basically, they should have a beautiful smile … ,”" he said teasingly.

Ikang’s hospital business, however, has taken its toll on his singing career. It has been sometime since the singer, known for his Preman metropolitan (Metropolitan hoodlum) song, has released a new album. Producers have not exactly been queuing up to buy the songs he has written. “”I’ve been working on them (the songs) for two years, but no producers have been willing to take them on,”" said the owner of Music Caf, with clear disappointment. (Endi Aras)

Sumber: The Jakarta Post

Read more!

Monday, 15 June 2009

Marisa Haque Hadir di “Bandung Islamic Book Fair 2009”

Bandung, 17-04-2009

SEJAK saya duduk di bangku SD, saya sudah “kenal” Marissa. Tentu saja Marissa tidak mengenali saya. Sebab, saya hanya penonton misbar di THR (Tempat Hiburan Rakyat) Panjalu, yang setiap malam Minggu memutar film. Itulah satu-satunya hiburan rakyat di Panjalu pada tahun 1980-an. Karcisnya Rp 350,-. Dan untuk mendapatkan uang Rp 350,- itu susahnya bukan main. Akhirnya hampir setiap malam Minggu, saya terpaksa harus “norobos” ke jalan ilegal untuk masuk THR. Atau sekali-kali bersembunyi di kolong panggung sejak jam 17.00 WIB. Soalnya jam segitu, THR masih dibuka, bebas untuk lalu-lalang. Biasanya setelah Magrib, barulah THR ditutup, dan hanya yang bisa membeli karcis yang diperbolehkan masuk THR. Tentu, dikejar-kejar hansip merupakan santapan biasa di malam Minggu.

Salahsatu film yang dibintangi Marisa Haque adalah “Tinggal Landas Buat Kekasih”. Meski usia saya terbilang masih anak ingusan, tetapi saya benar-benar menikmati film tersebut. Bahkan berawal dari nonton film “Tinggal Landas Buat Kekasih”, saya pun mulai bercinta dengan seorang gadis Pabuaran, yang usianya dua tahun lebih tua dari saya. Saat itu, saya masih duduk di bangku SD. Sedangkan pacar saya sudah duduk di bangku SMP… J

Potongan gambar Marissa Haque banyak tertempel di kamar saya. Selain menutupi bilik rumah yang carang, sekaligus saya pun menyukai poto-poto tersebut. Wajar kan, anak-anak suka memajang poto sama artis idolanya. Dulu, saya menyebut namanya dengan “Marissa Hakue”. Tapi kakak saya ngasih tahu, dibacanya cukup “Haq” saja, jangan “Hakue”.

Kini, tahun 2009, saya masih mengenali Marissa Haque, dan sebaliknya Marissa Haque masih belum mengenali saya. Oleh karena itu, ketika saya dipercaya lagi untuk menjadi seksi acara di “Bandung Islamic Book Fair 2009”, saya berniat mengundang Marissa untuk menjadi pembicara pada “Bincang-bincang Santai” (BBS). Saya mencoba membuat BBS menjadi salahsatu tradisi dalam pameran buku di Bandung. Sebelumnya, pembicara BBS di Pesta Buku Bandung adalah Rieke Dyah Pitaloka.

Awalnya saya bingung mencari jalan untuk mengontak Marissa. Saya tahu, Marissa juga adalah caleg DPRRI dari PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Namun saya tidak mau menemuinya pada saat beliau berkampanye, karena saya tidak suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Tentang pencalegannya, saya hanya bisa mendoakan, semoga Marissa lolos ke senayan dan bisa memperjuangkan rakyat Indonesia. Salahsatunya, memperjuangkan bagaimana konsep mendidik anak di usia dini. Saya setuju dengan ide tersebut. Sebab, anak-anak memang harus dididik sejak kecil, untuk membimbingnya menjadi anak baik di usia remaja, dewasa, dan seterusnya. Marissa sendiri pernah menulis cerita anak berjudul Aminah, yang diterbitkan oleh Rosda Karya Bandung, pada tahun 2000.

Alhamdulillah, suatu hari, saya berkomunikasi melalui internet dengan sahabat Andri Hardiansyah, wartawan PJTV. Nah, bermula dari Andri, kemudian saya dihubungan dengan Pak Hari, salahseorang asisten Marisa Haque. Alhamdulillah Pak Hari bersedia menjadi mediator untuk menghubungkan kepada Marisa Haque. Dan pada hari ini, Pak Hari sudah memberi kabar bahwa Mbak Icha (panggilan untuk Marissa) setuju untuk hadir di “Bandung Islamic Book Fair 2009”.

Adapun rencanya Marissa Haque insyaAlloh akan menjadi pembicara pada BBS (Bincang-bincang Santai) bertema “Buku Cerita Anak dan Pendidikan Anak di Usia Dini”, pada hari terakhir “Bandung Islamic Book Fair 2009”, atau 13 Mei 2009, jam 19.00 s.d. 20.00 WIB di area acara “Bandung Islamic Book Fair 2009”, Landmark Convention Hall, Jl. Braga 129, Bandung. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya alias gratis.

Mohon do’a restunya agar acara bisa berlangsung lancar, untuk kemajuan perbukuan Indonesia, yang tentu sangat berkorelasi dengan pendidikan.***

DHIPA GALUH PURBA

Sumber:

http://galuh-purba.com/marisa-haque-akan-hadir-di-bandung-islamic-book-fair-2009/

Read more!

Sunday, 14 June 2009

Marissa Haque: Zakath via Recurring was a Brilliant Idea

Sumber: www.rumahzakat.org

TANGERANG. Human being make new technology is to help and make their life easier. As long as their technology were not crushing with syariah laws, then utilizing this technology was helpful. This opinion came out from Marissa Haque as considering credit card recurring system application for pay zakath.

With this system, donors do not waste their time anymore for paying zakath directly. With this system, a donor can routinely for paying Zakath. In the end of period, the bill must be paid as requirement to applicating this system.

As met while she went to Serang from Tangerang, Marissa admitted that she still take out of Zakath, infaq, shodaqoh directly to needy people every time she got money. ?As donor we often forget and sometimes waiting for minimum limit as one million rupiahs nevertheless we still forget. That is why it directly gives to needy people as 2.5%?. This Ikang Fauzi?s wife explained. Marissa remarked this applied recurring system idea for zakath was brilliant idea and obviously helpful donor. She also supported IT technology application in zakath management. It is the time for technology application to make people easier to do some good activity already.

newsroom/Heny - Tangerang


Read more!

Saturday, 13 June 2009

Marissa Haque: Cegah Kanker dengan Buah Merah

Keluarganya memiliki riwayat kanker. Untuk itulah, wanita yang satu ini sejak dini memperhatikan kesehatannya. Apa saja yang dilakukan?

Di sebuah media, adik kandung Marissa Haque, Soraya mengaku ada kekhawatiran dalam dirinya soal kesehatan. Nyawa ibundanya terenggut oleh kanker ovarium (indung telur). Sang ibu kemungkinan mewarisi penyakit itu dari neneknya. Penyakit yang sama juga kemudian mengenai adiknya, Shahnaz Haque, sehingga satu indung telurnya harus diangkat.

“Kalau ada ibu yang menderita kanker dan mempunyai anak perempuan, maka bibitnya akan terbawa. Dengan sejarah seperti itu, saya harus hati-hati,” jelas Soraya di sebuah media. Menurutnya, perempuan lebih rentan untuk menderita kanker dibanding pria, karena alat reproduksi perempuan lebih rumit.

Untuk itu, sejak usia 30 tahun, Soraya yang rajin berpuasa ala Nabi Daud ini menjaga jarak dengan daging merah juga makanan kaleng dan awetan. “Sedapat mungkin saya menghindarinya. Sebagai gantinya, saya mengonsumsi daging putih atau ikan dan makanan segar,” katanya membuka rahasia. Setahun sekali, dia menjalani mammografi dan pap smear untuk memantau kesehatan payudara serta organ reproduksinya.

Dengan kenyataan itu, Marissa Haque mau tak mau juga berhati-hati seperti yang dilakukan Soraya. Sebagai catatan, Marissa juga mengalami masalah kesehatan yakni gangguan tiroid. Marissa juga melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi munculnya sel kanker lantaran orangtuanya mengidap penyakit serupa.

Untuk itu artis cantik ini mengkonsumsi masing-masing sebuah kapsul buah merah dan kapsul Virgin Coconuts Oil (VCO) setiap hari. Selain itu juga untuk menjaga kebugaran. “Stamina meningkat drastis. Jika sehari tidak mengkonsumsi, badan pegal dan drop,” kata artis yang dijadikan ikon buah merah oleh sebuah perusahaan farmasi itu.
Menurut Marissa, dalam keluarganya ia pun melakukan hal serupa yakni melakukan tindakan pencegahan. Untuk itu, dibiasakan anak-anaknya mengkonsumsi sayuran dan buah. tommy

Sumber: www.posmo.net



Read more!

Wednesday, 29 April 2009

Alhamdulillah di Banten Ikang Fawzi Unggul di 25 Kecamatan

Subhan, Nopiyanti
Senin, 13/04/2009 12:37 WIB

Jakarta, Pelantun lagu Preman, Ikang Fawzi yang mencalonkan diri sebagai anggota legistatif DPR RI dari PAN dapil Banten I yang meliputi Kabupaten Lebak dan Pandeglang mengaku unggul di 25 Kecamatan. Dari hasil tersebut, membuat Ikang optimis melangkah ke Senayan.

“Dengan data-data itu, Insya Allah saya bisa melenggang ke Senayan,” ujar Ikang saat beritabaru.com hubungi, Senin (13/4). Ikang menyatakan, selain unggul di 25 kecamatan. Ia juga unggul di TPSnya yang terdapat 150 pemilih. Bahkan, menang mutlak.

Dari 150 pemilih, ia mendapat 48 suara. Sementara di Lebak, ucap Ikang, suaranya fluktuatif seperti di salah satu TPS. Disana, imbuh Ikang, ada 400 pemilih. Ia, mendapat 300 suara. Menurut Ikang, ia memperoleh data-data tersebut dari relawannya yang berjumlah 500 orang dan tersebar di seluruh TPS.

Mereka, mendata, memantau dan melihat hasil pencontrengan. “Mereka juga melaporkan kejadian-kejadian yang ada. Berdasarkan laporan, terjadi kecurangan-kecurangan seperti money politic. Indikasinya, ada pembagian uang sebesar Rp 30-50 ribu,” ungkap Ikang menjelaskan.

Beruntung, lanjutnya, tak berdampak signifikan terhadap perolehan suara yang diraihnya. Meski demikian, ucap Ikang, walau dirinya unggul dalam perolehan suara ia tak ingin sesumbar. Sebab, dengan kemenangan Demokrat mempengaruhi bilangan pembagi pemilih (BPP). Pria yang berada di nomor urut satu dari PAN ini menuturkan, di dapilnya PAN mencalonkan enam orang.

Kursi yang tersedia di dapil Banten I ini, ada enam. Periode sebelumnya, PAN mendapatkan dua kursi. Kursi berasal dari dapil Serang dan Cilegon. Berhubung ada pemekaran, membuat Ikang ditempatkan di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Menurut Ikang, di dapil ini DPP PAN menargetkan dua kursi. “Ini agak berat juga, karena daerah kering. Insya Allah, saya optimis,” jelas Ikang seraya menegaskan ia tak bersaing dengan sesama artis di dapil tersebut. Di dapil itu, terdapat dua artis. Yakni, Jane Shalimar dan Deddy Gumelar (Miing Bagito).

Menurut suami Marisa Haque ini, persaingan sesama artis tak ada. Melainkan, ia berhadapan dengan caleg-caleg yang menggunakan uang untuk meraih suara. Ikang menuturkan, jika nantinya ia tak terpilih, akan tetap bernyanyi, kembali ke pekerjaannya sebagai developer serta ingin berbuat sesuatu terhadap dapilnya.

Pengabdian terhadap dapilnya, ia lakukan dengan membentuk sebuah LSM. Pasalnya, kata ayah dua anak ini, karena Banten tak diurus, miskin dan masih terdapat busung lapar sehingga tak ada kemajuan di Banten.

Tak menutup kemungkinan, imbuh Ikang, dengan profesinya sebagai developer ia akan membangun Banten dengan cara lebih intensif mendirikan bangunan-bangunan.

“Adanya pembanguan, sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Plus, menyerap tenaga kerja,” tandasnya meyakinkan.

Read more!

Tuesday, 28 April 2009

Shahnaz Haque si Golput Dukung Marissa & Ikang


Subhan, Nopiyanti
Jumat, 17/04/2009 15:36 WIB
Jakarta, beritabaru.com - Menjadi golongan putih (golput) adalah pilihan Shahnaz Haque dalam pemilu 2009 ini. Namun, bicara dukungan, istri drummer Gilang Ramadhan tetap memiliki. Siapa lagi kalau bukan buat sang kakak Marissa Haque dan Ikang Fawzi yang menjadi calon legistatif. “Tentu dong sebagai keluarga, kami mendukung dan menghargai pilihan masing-masing,” ujar Shahnaz saat dihubungi beritabaru.com di Jakarta Jumat (17/4).

Sementara ketika ditanya kenapa dirinya memilih untuk golput, Shahnaz berucap diplomatis dengan mengatakan terlalu banyak yang harus dibahas untuk itu. “Kalau mengenai alasan saya golput, bisa dua jam lebih saya menceritakannya,” ucap Shahnaz.

Ia mengaku menjadi golput karena beberapa alasan. Antara lain, masalah kredibilitas orang, partai dan uang yang terlalu banyak digunakan untuk kepentingan tak berguna.

Padahal, terangnya, uang pembuatan kaos dan bendera yang nilainya mencapai milliaran dapat dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan bermanfaat seperti membangun infrastruktur, sekolah serta penyembuhan orang-orang di Rumah Sakit.

“Nah, ini lebih penting dari segalanya ketimbang pembuatan kaos dan bendera-bendera,” ucapnya bijak.

Walau begitu, Shahnaz berharap dengan pilihan kakak dan iparnya yang terjun ke politik bisa memperbaiki bangsa ini. Sementara ia, melalui jalur lain. Ibu tiga anak ini menyatakan dengan kerja sebagai salah satu penyiar radio (Delta FM) dirinya sudah merasa terlibat banyak untuk membantu sesama dan terus berkarya.

Di sana, ia siaran dari Senin hingga Jumat selama empat jam. Suaranya, dipancarkan ke 22 kota di Indonesia. Dengan cara tersebut ia merasa banyak menyalurkan inspirasi dan ilmu kepada audience.

Terkait pilihannya yang menjadi golput, keluarga maupun sang kakak sangat menghargainya. Terbukti, terang Shahnaz, ketika Marissa Haque dan Ikang Fawzi berkampanye ke dapil masing-masing tak mengikutsertakan dirinya sebagai pendulang suara. Sebab, kakak dan iparnya mengerti. Ditambah lagi, mereka mengetahui kalau dirinya pasti tak mau terlibat.

Ia memaparkan, selama Marissa menjadi calon anggota legistatif. Marisa tak pernah curhat kepadanya. Hal ini dikarenakan masing-masing dari mereka menyadari mana yang perlu di share dan mana yang tidak.

“Kalau, mengenai pilihan hidup dan pilihan politik dapat diselesaikan sendiri. Namun, mengenai kehidupan yang berkaitan dengan kekeluargaan bisa di share,” ucapnya sembari mengatakan jika nantinya sang kakak dan iparnya terpilih, ia berharap keduanya tetap menjadi orang-orang yang amanah dan terpercaya.

Read more!

Tuesday, 14 April 2009

Caleg Artis Dulang Suara, Bersaing Ketat dengan Politikus

Source : pemilu.detiknews.com
Strategi memasang artis sebagai vote getter partai benar-benar jitu. Beberapa artis yang dipasang parpol memperoleh suara terbanyak nomor 1 atau 2, berkejar-kejaran dengan politikus.

Di situs tnp.kpu.go.id, hingga Senin (13/4/2009) pukul 16.00 WIB membuktikan hal itu.


Sebut saja para caleg artis dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ikang Fawzi dengan nama aslinya Ahmad Zulfikar Fawzi bertengger di nomor urut 1 dapil Banten 1 dengan suara 180.

Hal yang sama dialami artis sinetron Raslinna Rasidin di dapil DKI Jakarta III, bertengger di nomor urut I dengan suara 190. Pelawak Eko Patrio pun seakan tak mau kalah, dia meraja di dapil Jatim VIII dengan suara 53.

Primus Yustisio setali dua uang. Dengan menggaet suara 4.405, dia menguasai dapil Jabar IX. Ada pula Derry Drajat di dapil Jabar II yang mendapatkan peringkat 2 terbanyak. Kadang kala perolehan suara caleg artis itu berkejar-kejaran dengan politikus. Pelawak Mandra mendapatkan posisi nomor 2 dari PAN dapil DKI I dengan 633, di bawah Ketua DPW PAN DKI Andi Anzhar Cakrawijaya yang memperoleh suara 1.051.

Lalu ada Nurul Arifin, caleg Golkar dari dapil Jabar VII, mendapatkan peringkat 1 dengan 4.848 suara. Sementara di bawahnya ada Ade Komarudin yang juga masih menjadi anggota DPR, dengan 2.493 suara.

Dari Partai Demokrat (PD), ada mantan Putri Indonesia Vena Melinda dari dapil Jatim V berada di nomor urut 2 dengan 1.926 suara. Kendati terpaut jauh, Vena mengekor Ketua DPP PD Anas Urbaningrum yang mendapat 18.629 suara.

Malah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) artis Rieke Dyah Pitaloka mengalahkan Ketua Dewan Penasihat PDIP Taufiq Kiemas. Sama-sama bersaing di dapil Jabar II, Rieke memperoleh 1.737 suara, sementara Taufiq berada di urutan berikutnya dengan 997 suara.

Read more!